Rabu, 13 Januari 2016

Tugas Ilmu Budaya Dasar 1

Kebudayaan di Indonesia



Bagas Raka Tawakkal
NPM : 17515636
1PA16
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena rahmat dan hidayah-Nya, penulis diberi kemudahan untuk mengerjakan tugas softskill Ilmu Sosial Dasar dengan judul ”Keragaman Budaya Indonesia” Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas softskill pada tingkat 1 semester ATA 2015.
Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, maka dari itu saran dan kritik sangat diharapkan guna perbaikan penulisan di masa yang akan datang.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pembuatan karya tulis ini, yaitu :
1.      Allah S.W.T  yang telah melindungi dan menemani penulis setiap saat.
2.    Kedua orang tua penulis yang selalu memberikan perhatian dan motivasi serta doa setiap saat.
3.  Ibu Sri Depi Nopitasari, selaku dosen Ilmu Budaya Dasar. Yang telah menjelaskan tata cara pembuatan makalah ini.
4.      Teman-teman 1PA16 yang selalu mengingatkan tugas.
5.    Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Demikianlah makalah ini , harapan penulis sangat sederhana, yaitu semoga para pembaca makalah ini akan mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang baru dari makalah ini.

Bekasi, 23 Oktober 2015

                                                                                                                       Penulis,



                                                                                                            Bagas Racka Tawakkal

ABSTRAKSI

Keragaman Budaya merupakan sebuah adat istiadat yang dimiliki masing-masing daerah tertentu khusus nya di Indonesia, yang mana budaya nya selalu berkembang atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar untuk diubah dan tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Keragaman Budaya yang dimaksud adalah setiap daerah memiliki variasi tersendiri, mulai dari letak daerah yang ditempati, agama yang dianut, cara betingkah laku di daerah yang ditempati, kesenian yang dimiliki tiap daerah.
Keragaman Budaya Daerah Indonesia, tentu nya sangat lah banyak yang kita ketahui. Karena Indonesia terkenal dengan keindahan pantai dan memiliki tempat tempat yang indah lainnya. Selain itu Indonesia merupakan negara dimana penduduk nya sangat banyak, dengan adat yang cukup beragam. Kesenian yang dimiliki pun memiliki sebuah ke khasan tersendiri dari tiap daerahnya yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya maupun Negara lain.
Oleh karena itu dengan perkembangan zaman, kita harus tetap melindungi dan selalu mengenalkan kepada anak anak usia dini agar keragaman budaya kedepannya yang dimiliki tiap daerah agar tidak akan hilang dan tetap dilestarikan.

Kebudayaan dari Provinsi Sulawesi Utara

Sesudah melihat dan berkenalan dengan kebudayaan dari Provinsi Kalimantan Timur, kali ini kita akan berkenalan dengan kebuadayaan dari Provinsi Sulawesi Utara yang berada di pulau Sulawesi. Seperti biasa, kita akan melihat bentuk rumah adat, pakaian adat, tari-tarian budaya, senjata tradisional, suku, bahasa dan lagu daerah. Berikut uraian singkat dari budaya Sulawesi Utara :

1. Rumah Adat

Salah satu contoh rumah adat Sulawesi Utara dinamakan “Rumah Pewaris”. Rumah ini dihuni oleh para pemimpin maupun rakyat biasa. Rumah tersebut harus dibuat dari balok atau papak tanpa sambungan. Kayunya tak boleh bengkok sebagai pelambang ketulusan lahir dan batin. Atapnya dari daun rumbia dan dikanan kiri rumah terdapat tangga. Rumah pewaris mempunyai ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar kamar.

Kolong rumah tersebut dapat digunakan untuk tempat menyimpan alat alat pertanian maupun alat alat perikanan.didepan rumahnya, pada bagian kanan dan kiri masing masing terdapat sebuah tangga untuk memasuki rumah, kita harus menaiki tangga yang sebelah kanan, sedangkan untuk keluar dari rumah, kita harus menuruni tangga yang sebelah kiri. Seluruh rumah terbuat dari bahan kayu.

2. Pakaian Adat
Pakaian adat kaum pria Sulawesi Utara adalah tutup kepala (destar), baju model teluk belanga dan celana panjang. Sedangkan wanitanya memakai baju kurung dan kain panjang. Selain itu dibagian dadanya terdapat hiasan yang khas, dan perhiasan lainnya berupa subang serta gelang. Pakaian ini berdasarkan adat Bolaang Mongondow.

3. Tarian tarian Daerah Sulawesi Utara

a. Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.
b. Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda mudi daerah Gorontalo.
c. Tapi Panen, tari ini menggambarkan kegembiraan masyarakat Minahasa yang secara gotong royong melaksanakan panen cengkeh dan kopra. Ditarikan oleh sekelompok wanita, garapan tai ini didasarkan atas unsur unsur gerak tari tradisi setempat.
d. Tari Cakalele, adalah tari yang melambangkan keprajuritan dan kegagahan.
Tari Maengket

4. Sentaja Tradisional

Keris merupakan senjata tradisional yang biasa dipakai oleh rakyat di Sulawesi Utara. Bentuknya lurus tanpa berlekuk lekuk. Sedangkan senjata terkenal lainnya adalah peda (semacam parang), sabel,tombak, dan perisai.
Pedan dan parang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, seperti untuk bertani atau menyadap enau. Pedan ini bentuknya pendek dengan ukurun 50cm, terbuat dari besi. Hulunya terbuat dari kayu yang keras dan ujungnya bercabang dua.
Sabel termasuk jenis peda dengan ukuran lebih panjang, yaitu 1-1,5m. Hulunya juga bercabang dua dan dipakai untuk perang, perisai sebagai penangkis terbuat dari kayu, diberi ukiran dengan motif motif binatang atau daun daun.
Keris Sulawesi Utara

5. Suku  : Suku dan marga yang terdapat didaerah Sulawesi Utara adalah : Singir, Talaud, Minahasa, Bolaang Mongondaw, Bantik, Gorontalo, dan lain lain.

6. Bahasa Daerah : Gorontalo, Mongondow, Sangir, Minahasa, dan lain lain.

7. Lagu Daerah : O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Esa Mokan, Tahapusang, Kara.

Kebudayaan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur

1. Rumah Adat

Salah satu contoh rumah adat Nusa Tenggara Timur disebut Saoata Musalakitana. Rumah Saoata Musalakitana adalah rumah rumah adat di NTT, untukk tempat tinggal lurah, camat atau pembesar lainnya. Rumah ini berbentuk panggung dan dibawahnya terdapat balai panjang tempat menerima tamuyang tiangnya berdiri dari landasan batu besar, sehingga tidak perlu ditanam dalam tanah.
Rumah Adat Nusa Tenggara Timur

2. Pakaian Adat

Pakaian adat yang dipakai kaum pria di NTT berupa topi dengan bentuk yang khas, baju jas ttup, selempang kain tenun dan bersarung kain tenun. Sebilah golok terselip didepan perut. Perhiasan yang dipakai berupa kalung dan pending.
Sedangkan wanitanya memakai hiasan kepala berbentuk bulan sabit, kain tenun yang menyelempang di bahu dan kain tenun yang menutup bagian dada hingga kaki.perhiasan yang dipakai adalah subang, kalung, pending, dan gelang tangan. Pakaian ini berdasarkan pakaian adat Rote.
Pakaian Adat NTT

3. Tari tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

 a. Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yag dipakai berupa cambuk dan perisai.
 b. Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara Khinatan. Tari ini berupa upacan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhinat sehat lahir dan batin dan suksesdalam hidupnya.
 c. Tari Lendo Nusa Malole, berarti tarian ini dari negeri yang indah. Tari garapan yang  menggunakan irirngan musik sasando ini merupakan tari penyambut tamu yang  memanfaatkan gerak gerak tari tertentu agar massa ikut dalam kegembiraan.
 Tari Perang

4. Senjata Tradisional

Senjata yang umumnya dipakai oleh penduduk NTT adalah Sundu atau Sudu, semacam  keris. Penduduk menganggapnya sebagai senjata tikam yang keramat. Senjata lainnya  adalah Saweo, Pisau, Kampak, Parang, dan Senapan Tumbuk.
 Sundu, Senjata Tradisional NTT

5. Suku : Suku dan marga yang terdapat di daerah Nusa Tenggara Timur adalah : Timor,      Rote, Flores, Sabu, Dawan, Belu, Sumba, Helong, dan lain lain.

6. Bahasa Daerah : Sumba Timor, Hawu, Beku.

7. Lagu Daerah : Potong Bebek, Desaku, Anak Kambing Saya.


 Kebudayaan dari Provinsi Papua

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang luas yang terdiri dari banyak pulau yang membentang luas dari sabang hingga merauke dan memiliki banyak daerah disetiap pulaunya, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yang memiliki keragaman kebudayaan yang berbeda satu sama lain Karena banyaknya pulau yang ada Indonesia menyebabkan kesenian dan kebudayaan tiap pulau dan daerah tersebut berbeda satu dengan yang lain. Semua itu tidak menjadi suatu perbedaan yang akhirnya akan menjadi sebuah konflik diantara sesama warga Negara Indonesia. Seperti semboyan Negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua.
Papua adalah sebuah provinsi yang terletak di paling timur Indonesia. Provinsi ini merupakan provinsi yang masih kental dan kaya akan kesenian dan kebudayaan yang ada di provinsi tersebut, provinsi ini memiliki berbagai suku seperti suku asmat yang mendiamin provinsi tersebut, dengan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah mereka. Kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah ini sangat menarik, dan unik. Sebagai warga negara Indonesia kita patut bangga dengan kesenian dan kebudayaan yang beraneka ragam yang terdapat di Negara Indonesia, negara tercinta. Dan kali ini saya akan mencoba membuat arikel mengenai beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Papua.

Kesenian dan Kebudayaan Papua
            
Papua memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di dalamnya, kesenian dan kebudayaan tersebut sangat unik dan menarik. Berikut beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Papua :
Bahasa

Terdapat ratusan bahasa daerah yang berkembang pada kelompok etnik yang ada di Papua. Aneka Berbagai bahasa ini menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi antara satu kelompok etnik dengan kelompok etnik lainya. Oleh sebab itu, Bahasa Indonesia digunakan secara resmi oleh masyarakat-masyarakat di Papua bahkan hingga ke pedalaman. Namun ada masyarakat yang tidak mengerti bahasa Indonesia karena minimnya pendidikan yang ada di Papua

Pakaian Tradisional

Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat itu memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa bentuk burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Namun ada juga masyarakat suku pedalaman Papua yang hanya menggunakan koteka dalam membalut tubuhnya

Rumah Adat

Rumah adat Papua memiliki nama Rumah Honai, dimana bahan yang diguanakan untuk membuat rumah Honai yaitu dari kayu dengan dan atapnya berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah tradisional Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak berjendela. Umumnya rumah Honai terdiri dari 2 lantai yang terdiri dari lantai pertama untuk tempat tidur sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat untuk bersantai, makan, serta untuk mengerjakan kerajinan tangan.

Tari Tradisional

Papua memiliki berbagai macam tarian yang unik dan menarik, seperti tari selamat dating yang merupakan tarian khas papua yang menggambarkan kegembiraan hati para penduduk dalam menyabut para tamu terhormat yang datang ke wilayah mereka. Tari ini memiliki gerakan yang menarik, dinamik dan dilakuakan dengan semangat

Senjata Tradisional

Papua memiliki senjata tradisional yang digunakan untuk melawan musuh. Seperti pisau belati papua yang terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulu burung tersebut yang menghiasi pinggiran belati tersebut. Namun ada senjata lain yang biasanya di gunakan yaitu busur dan panah serta lembing yang digunakan untuk berburu

Makanan Khas

Makanan khas papua yaitu sagu yang di buat jadi bubur atau yang dikenal dengan nama papeda. Masyarakat papua biasanya menyantap papeda bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan di bumbui kunyit dan jeruk nipis.

Alat Musik

Papua memiliki banyak alat musik tradisional salah satunya yaitu tifa. Tifa merupakan salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat lubang besar yang dibersihkan. Lalu diujung salah satu kayu tersebut ditutup dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan yang berfungsi agar alat musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus

Kerajinan Tangan

Masyarakat papua biasanya membuat kerajinan tangan yang di buat dari bahan-bahan yang tersedia dialam. Seperti kerajinan tas yang bernama Noken. Kerajinan ini di buat dari kulit kayu yang di anyam, dan warna yang diguanakan berasal dari pewarna alami akar tumbuhan dan buah-buahan. Noken ini biasa di gunakan dan di bawah dengan menyangkutkan noken di atas kepala.

Sistem Kepercayaan

Sebagian masyarakat Papua masih memiliki kepercayaan totemisme, sebagai bentuk kepercayaan yang memandang asal-usul manusia berasal dari dewa-dewa nenek moyang, dan masih ada suku suku yang tertutup atau tidak mau berhubungan dengan dunia luar. Namun beberapa masyarakat Papua sudah memiliki dan memeluk agamanya yang resmi dari Indonesia


“ Sudah di jelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia dan masih banyak lagi kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah tersebut. Papua yang kaya dan kental akan kebudayan memiliki berbagai macam kesenian dan kebudayaan semua itu bisa di cari dengan mudah melalui teknologi internet yang makin lama makin maju. Perbedaan yang ada di antara  berbagai daerah yang ada di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya. Dan sebagai warna Negara yang baik kita patut bangga dengan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa yaitu belajar mengetahui kesenian dan kebudayaan yang ada di Negara ini. Dan menjaga serta melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Negara ini agar tidak punah dan hilang karena dimakan oleh jaman atau karena di klaim oleh Negara lain. Cintailah kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia untuk generasi selanjutnya. “ – Bagas Racka T


Keindahan Alam dan Malapetaka

Keindahan Alam Gunung Merapi





Gunung Merapi, Gunung yang indah biasa dilihat dari sudut Kota Yogyakarta dan Boyolali. Setiap pagi masyarakat memandangi nya seperti penyejuk hati. Gunung yang juga ditakuti oleh sebagian warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi. Kuncen Alm.Mbah Marijan yang terkenal dengan kesetiaan nya pada Gunung Merapi ini.

Geografis
Gunung Merapi yang berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut
(mdpl) adalah gunung berapi di bagian tengah pulau Jawa dan merupakan
salah satu gunung api teraktif di Indonesia.
Sebaran lereng Merapi mencakup empat Kabupaten, sisi selatan berada
dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan
sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten
Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur,
serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar
puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sejak tahun 2004.
Geologis
Gunung Merapi termasuk gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang
mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Gunung ini
terletak di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah
lempeng Eurasia.
Menurut penelitian, pembentukan gunung Merapi telah terjadi sejak
400.000 tahun yang lalu. Sementara Puncak Merapi yang sekarang, Puncak
Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu.

Erupsi
Dari catatan modern terungkap Gunung Merapi telah meletus sebanyak 68
kali sejak tahun 1548. Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat,
berjarak sekitar 27 km dari puncaknya, dan masih terdapat desa-desa di
lerengnya sampai ketinggian 1,700 km dan hanya 4 km jauhnya dari puncak
Merapi. 
Ciri-ciri khusus letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah
disertai dengan keruntuhan kubah lava secara berkala dan pembentukan
awan panas yang dapat meluncur di lereng gunung atau vertikal ke atas.
Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan
tetapi desisan. Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses
yang berlangsung sejak letusan gas tahun 1969.
Erupsi 2010
Peningkatan status dari “normal aktif” menjadi “waspada” pada tanggal 20
September 2010 direkomendasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan
Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Setelah sekitar satu bulan, pada tanggal 21 Oktober status berubah menjadi “siaga” sejak pukul 18.00 WIB.
Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan. Karena
aktivitas yang semakin meningkat, ditunjukkan dengan tingginya frekuensi
gempa multifase dan gempa vulkanik, sejak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK
Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi
“awas” dan semua penghuni wilayah dalam radius 10 km dari puncak harus
dievakuasi dan diungsikan ke wilayah aman.
Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB
tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan.
Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan
disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo,
Kecamatan Cangkringan, Sleman dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernafasan.
Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak
teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang
muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.
Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1
November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.
Namun demikian, berbeda dari karakter Merapi biasanya, bukannya
terjadi pembentukan kubah lava baru, malah yang terjadi adalah
peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November.
Erupsi eksplosif berupa letusan besar diawali pada pagi hari Kamis, 4
November 2010, menghasilkan kolom awan setinggi 4 km dan semburan awan
panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul
tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam
hari dan mencapai puncaknya pada dini hari Jumat 5 November 2010.
Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota
Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat
Kabupaten Wonosobo (jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota
Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda
hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik
diketahui telah mencapai Tasikmalaya, Bandung, dan Bogor.
Bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan
lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di
sekitar puncak Merapi. Pada tanggal 5 November Kali Code di kawasan Kota
Yogyakarta dinyatakan berstatus “awas” (red alert).
Vegetasi
Gunung Merapi di bagian puncak tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena
aktivitas yang tinggi. Jenis tumbuhan di bagian teratas bertipe alpina
khas pegunungan Jawa, seperti Rhododendron dan edeweis jawa. Agak ke
bawah terdapat hutan bambu dan tetumbuhan pegunungan tropika.
Lereng Merapi, khususnya di bawah 1.000 m, merupakan tempat asal dua
kultivar salak unggul nasional, yaitu salak ‘Pondoh’ dan ‘Nglumut’.
[sunting]
Rute pendakian
Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer. karena gunung
ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling
umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, Kabupaten Boyolali,
Jawa Tengah, tepatnya di Desa Tlogolele. Desa ini terletak di antara
Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu
sekitar lima jam hingga ke puncak.
Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem,
Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan
memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang
lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles,
Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

" Malapetaka hanyalah bahasa kita, padahal menurut saya itu adalah proses alam dalam rangka memperbaharui lapisan ozon di bumi yang rusak karna kita. Jangan kita sebut sebagai Malapetaka, sebut saja ini hadiah dari tuhan supaya kita hidup tentram tanpa radiasi tinggi dari matahari. Sadarilah, Bumi rusak bukan Proses Alam tapi karena kita sendiri yang hidup sementara di Bumi ini. " Salam Lestari...

Kasus Pemulihan Diri

Keluarga Sampoerna Minta Pemulihan Nama Baik



SURABAYA, — Keluarga besar almarhum Budi Sampoerna berharap nama baik Budi Sampoerna dibersihkan dari segala tuduhan terkait kasus Bank Century. Keluarga bersama kuasa hukum akan melakukan segala cara termasuk menempuh jalur hukum untuk mengangkat harkat dan martabat Budi Sampoerna.
Kuasa hukum Budi Sampoerna, Eman Achmad, menolak tuduhan bahwa kliennya itu adalah saksi kunci kasus Bank Century, atau pihak yang diuntungan dari turunnya dana talangan Bank Century. "Justru Pak Budi adalah orang yang menuntut hak sebagai nasabah Bank Mutiara," katanya di rumah duka Jalan Untung Suropati 58, Surabaya, Selasa (9/8/2011).
Namun menurut Eman, hingga saat ini belum ada kepastian tentang pencairan dana yang masih mencapai 48 juta dollar AS, meskipun pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi dengan Polisi, Kejaksaan, dan KPK. "Semoga Pak Budi tidak menjadi orang yang menyesal karena sampai di akhir hidupnya, beliau belum dapat mencairkan dananya dari Bank Mutiara," katanya.
Budi Sampoerna meninggal dalam usia 78 tahun di Rumah Sakit Premier Surabaya, Senin (8/8/2011) pukul 19.25 karena penyakit kanker mulut kronis yang dideritanya sejak setahun lalu. Jenazah disemayamkan selama 10 hari di rumah duka di Jalan Untung Suropati Nomor 58 Surabaya.
Selama 10 hari itu, keluarga besar Budi Sampoerna melakukan misa untuk jenazah. Selanjutnya, pada 18 Agustus 2011, jenazah akan disemayamkan di Pondok Nirwana, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Budi Sampoerna meninggalkan seorang istri bernama Sumiarsih, tiga anak, dan tujuh cucu. Dia adalah cucu laki-laki tertua pendiri perusahaan rokok terbesar PT HM Sampoerna, Liem Seeng Tee. Budi juga pernah menjabat sebagai komisaris utama PT HM Sampoerna selama beberapa tahun, sebelum sebagian besar sahamnya dijual kepada Philip Morris.

" Menurut saya, yang dilakukan pihak sampoerna sudah benar karena sangat tidak etis orang yang meninggal dunia meninggalkan masalah pada keturunan nya, Keluarga Alm.Budi Sampoerna harus memulihkan nama baik untuk menjaga Nama Keluarga Alm.Budi Sampoerna dan Nama Perusahaan, ini hal yang sangat Naluriah dan harus di selesaikan secara Sistematis. "